Pada Hari Penyandang Disabilitas Internasional, Perserikatan Bangsa-Bangsa memiliki tujuan khusus untuk melakukan promosi terkait dengan hak dari penyandang disabilitas di seluruh dunia di semua aspek kehidupan seperti pembangunan serta meningkatkan kesadaran terhadap kondisi penyandang disabilitas baik di lingkungan kerja, masyarakat maupun politik serta ekonomi dan budaya https://www.kompasiana.com/molzania1507/5beffe766ddcae715836ed24/berkarya-untuk-bangsa-harapan-baru-penyandang-disabilitas.

Salah satu yang dinyatakan penting dalam penyelenggaraan hak-hak penyandang disabilitas adalah mengedepankan kemajuan untuk kepentingan para penyandang disabilitas dan masyarakat secara keseluruhan dengan menguatkan sinergi diantara keduanya terutama dalam lingkungan kerja. Adapun perbandingan yang dapat diambil adalah 1 banding 5, jadi diantara 5 orang, pasti ada 1 penyandang disabilitas dan gambaran ini diharapkan dapat meningkatkan kesadaran penuh terhadap kondisi sekitar kita mengenai penyandang disabilitas.

Dari beberapa penelitian, di Inggris banyak yang menyakini bahwa 100 kejahatan dilakukan setiap hari dengan memakan korban dari penyandang disabilitas, sementara tingkat kemiskinan penyandang disabilitas mencapai 47%, selanjutnya di angka 35% adalah tingkat lapangan kerja yang bisa dicapai oleh penyandang disabilitas, sementara bagi individu yang tidak disabilitas justru mendapatkan tempat sebanyak 78%. Dari Data yang disajikan diatas, kabar baiknya adalah tidak hanya dari sudut pandang etis tetapi juga dari sudut pandang perspektif bisnis, salah satunya adalah keuntungan untuk mempekerjakan pegawai dengan disabilitas. Perlu diketahui bahwa kinerja penyandang disabilitas jauh lebih baik dibandingkan dengan pekerja non-disabilitas. Berdasarkan survey, di lapangan ditemukan kalau kinerja pegawai penyandang disabilitas berkembang dengan sangat baik dan penyandang disabilitas yang bekerja di perusahaan memiliki catatan absen yang lebih baik disbanding inidvidu yang tidak disabilitas.

Selain itu lebih dari tiga pengusaha menilai karyawan mereka dengan intelektual dan pembangunan diri selama bekerja yang sangat baik bagi factor mental penyandang disabilitas selama di ruang kerja. Ajaibnya, 73% perusahaan melaporkan pengalaman positif dengan merekrut penyandang disabilitas, tingkat kepuasaan mereka—para pengusaha bahkan setara dengan mempekerjakan individu yang tidak disabilitas bahkan kepuasan ini bisa mencapai nilai lebih bila didukung dengan fasilitas pelatihan yang mumpuni dan berkala. Kualitas terbaik datang dari segi profesionalitas dan penyandang disabilitas memiliki sifat bekerja alami yang satu ini bahwa mereka memiliki angka integritas yang baik sebanyak 87% bila dibandingkan dengan individu yang tidak disabilitas dengan duduk di angka 54%.